liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Tak Perlu Undangan, Mulai 24 Januari Masyarakat Bisa Booster Kedua

Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa masyarakat dapat menerima suntikan vaksinasi penguat Covid-19 yang kedua mulai 24 Januari 2023. Vaksinasi penguat ini dapat diterima oleh masyarakat tanpa harus menunggu tiket atau undangan.

“Dalam satu hingga dua minggu ke depan, orang yang berusia di atas 18 tahun akan mendapatkan vaksin booster kedua tanpa harus menunggu tiket atau undangan. Pencatatan masih dilakukan secara manual, sambil menunggu perawatan dan perlindungan diberikan,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Muhammad Syahril, dalam keterangan resmi.

Pemberian vaksin Covid-19 booster kedua tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/380/2023 tentang Pemberian Vaksin Covid-19 Booster Kedua Kepada Masyarakat.

Untuk vaksin booster kedua ini, jenis vaksin yang dapat digunakan adalah vaksin Covid-19 yang telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta dengan memperhatikan vaksin yang sudah ada.

Syahril menjelaskan, booster kedua vaksin Covid-19 diberikan selang enam bulan dari booster pertama. Selain itu, vaksinasi harus dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau di pos pelayanan vaksinasi Covid-19.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang belum melakukan vaksinasi atau yang belum menyelesaikan dosis primer dan booster untuk segera melakukan vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan atau di pos pelayanan vaksinasi terdekat.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang belum divaksin atau belum selesai vaksinasinya, agar secepatnya selesai. Jangan tunda dan jangan pilih-pilih vaksin, karena vaksinasi yang paling baik adalah vaksinasi yang dilakukan sekarang,” ujarnya.

Sedangkan regimen vaksin yang dapat digunakan untuk vaksin booster kedua adalah sebagai berikut:

1. Kombinasi untuk penguat pertama Sinovac

AstraZeneca diberikan setengah dosis atau 0,25 ml. Pfizer diberikan setengah dosis atau 0,15 ml. Moderna diberikan dosis penuh atau 0,5 ml. Sinopharm diberikan dosis penuh atau 0,5 ml. Sinovac diberikan dosis penuh atau 0,5 ml. Zifivax adalah dosis penuh atau 0,5 ml. Indovac diberikan dosis penuh atau 0,5 ml. Inavac adalah dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.

2. Kombinasi untuk booster pertama AstraZeneca

Moderna diberikan setengah dosis (half dose) atau 0,25 ml. Pfizer diberikan setengah dosis (half dose) atau 0,15 ml. AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.

3. Kombinasi untuk penguat pertama Pfizer

Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,3 ml. Moderna diberikan setengah dosis (half dose) atau 0,25 ml. AstraZeneca diberi dosis penuh (0,5 ml).

4. Kombinasi untuk booster pertama Moderna

Moderna diberikan setengah dosis (half dose) atau 0,25 ml. Pfizer diberikan setengah dosis (half dose) atau 0,15 ml.

5. Kombinasi untuk booster pertama Johnson & Johnson

Johnson & Johnson diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml. Pfizer diberi dosis penuh (0,3 ml). Moderna diberikan setengah dosis (half dose) atau 0,25 ml.

6. Kombinasi untuk penguat pertama Sinopharm

Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml. Zivifax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.

7. Kombinasi untuk booster Covovax pertama

Covovax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.