liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Rusia Menang Banyak dari Perang, Transaksi Berjalan Surplus Rp 3.545 T

Rusia mendapat banyak manfaat dari perang dengan Ukraina. Saldo giro Rusia tahun lalu mencapai US$ 227,4 miliar atau setara Rp 3.545 triliun dengan asumsi kurs JISDOR pada akhir 2022 Rp 15.592 per dolar AS.

Mengutip Reuters, surplus neraca berjalan Rusia tahun lalu melonjak 86% dibandingkan 2021 dan mencetak rekor tertinggi dalam sejarah. Lonjakan surplus transaksi berjalan didorong oleh penurunan impor dan peningkatan ekspor migas yang mendorong aliran modal asing terus berlanjut meski negara tersebut diisolasi oleh sekelompok negara Barat.

Impor Rusia turun tajam tahun lalu di tengah eksodus perusahaan Barat yang memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap negara Presiden Vladimir Putin atas invasi ke Ukraina.

Sebaliknya, pemerintahan Putin berhasil mengimbangi hilangnya pendapatan dari ekspor minyak dan gasnya ke Eropa dengan beralih ke China, India, dan negara-negara Asia lainnya.

Berdasarkan data Bea Cukai China, perdagangan antara negara itu dan Rusia mencapai rekor tertinggi US$190 miliar tahun lalu.

Perang antara Rusia dan Ukraina yang meletus pada Februari 2022 masih berlangsung. Menurut laporan Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia (OHCHR), sejak awal perang hingga 26 Desember 2022, 17.831 warga Ukraina telah menjadi korban. Jumlah korban meninggal mencapai 6.884 orang yang terdiri dari 2.719 pria dewasa, 1.832 wanita dewasa, dan 1.904 orang dewasa yang belum diketahui jenis kelaminnya.

Ada pula korban dari kelompok 216 laki-laki, 175 perempuan dan 38 anak-anak yang belum diketahui jenis kelaminnya. Kemudian ada 10.947 korban luka, terdiri dari 2.364 pria dewasa, 1.709 wanita dewasa, dan 6.074 orang dewasa yang belum diketahui jenis kelaminnya.

Yang terluka berasal dari kelompok yang terdiri dari 318 pria, 229 wanita, dan 253 anak-anak dengan jenis kelamin yang tidak diketahui.

“Mayoritas korban sipil tewas atau terluka akibat ledakan senjata, termasuk tembakan artileri berat, beberapa roket, rudal, dan serangan udara,” kata OHCHR dalam laporannya, Selasa (27/12).