liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Ramalan Cuaca Ekstrem Indonesia Dipersingkat, Ini Penyebabnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyatakan puncak cuaca ekstrem akan terjadi pada 30-31 Desember 2022. Sementara itu, periode cuaca ekstrem dipersingkat dari prakiraan sebelumnya hingga 3 Januari 2023 menjadi 1 Januari. , 2023.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, periode cuaca ekstrem dipersingkat dengan kemunculan siklon tropis 95W di bagian selatan Filipina, pusat tekanan rendah di Australia bagian utara, dan sirkulasi siklon di Laut China Selatan. Ketiga fenomena atmosfer tersebut mengubah jalur awan hujan yang mengarah ke Pulau Jawa dan Nusa Tenggara ke tiga titik tersebut.

“Keberadaan bibit siklon tropis mempengaruhi kecepatan angin dan gelombang tinggi. Kehadiran ini menyebabkan awan yang menyebabkan hujan ekstrim tersedot dan membusuk, sebagian ke utara dan sebagian ke selatan,” kata Dwikorita dalam konferensi pers virtual. , Kamis (29/12).

Benih siklon tropis yang berkurang di Filipina selatan mengurangi puncak kondisi cuaca ekstrem dari 5 hari menjadi 1-2 hari. Namun, Dwikorita menegaskan kondisi cuaca ekstrem masih akan terjadi mulai 30 Desember 2022 siang hingga 1 Januari 2023 dini hari.

Sebagai informasi, BMKG mengklasifikasikan kondisi hujan sedikitnya menjadi empat kondisi, yakni ekstrim jika intensitas hujan melebihi 150 milimeter (mm), sangat deras jika intensitas hujan 100-150 mm, berat jika intensitas hujan 60-100 mm. , dan sedang jika intensitas curah hujan 40 -60mm. Sementara itu, BMKG menyatakan bencana hidrometeorologi seperti banjir biasanya terjadi jika intensitas hujan melebihi 100 mm.

Dwikorita mencatat ada beberapa wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat pada 30 Desember 2022, yakni Jabar bagian utara, Jateng bagian utara, dan Jabodetabek. Menurutnya, wilayah Jabodetabek sangat memprihatinkan karena mayoritas titik di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya berpotensi diguyur hujan deras.

“Tersebar luas di Jabodetabek sehingga perlu diwaspadai. Hujan deras berpotensi terjadi di Kabupaten Bekasi bagian utara, utara Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Kota Bekasi,” ujar Dwikorita.

Sementara itu, Dwikorita menyebutkan beberapa titik yang akan mengalami hujan lebat seperti Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bogor, Kabupaten Bogor Selatan, Kota Depok, dan Jakarta Pusat. Dwikorita memprediksi intensitas hujan akan meningkat pada sore hari dan berlanjut hingga sore hari.

Dwikorita mengingatkan, hujan lebat dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa daerah. Karena itu, Dwikorita mengingatkan agar pemerintah daerah menyediakan infrastruktur dan kondisi lingkungan di daerahnya masing-masing.

Selain itu, Dwikorita menilai ada potensi banjir rob akibat intensitas hujan dan angin kencang dengan kecepatan hingga 40 knot atau 74,0 kilometer (km) per jam di beberapa wilayah seperti Banten Utara, DKI Jakarta, Barat Laut. Jawa, dan Jawa Tengah Utara.

Dalam paparannya, BMKG memprediksi banjir rob terjadi di 11 lokasi mulai 29 Desember 2022 hingga 8 Januari 2023. Ke-11 lokasi tersebut adalah pantai-pantai di Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat. Kalimantan. , Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua bagian utara.

Reporter: Andi M. Arief