liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Puncak Arus Balik Nataru Esok Hari

Wakil Kapolri Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono memperkirakan puncak arus mudik Natal 2022 dan Tahun Baru (Nataru) 2023 adalah 1 Januari 2023.

“Puncaknya pada Minggu, 1 Januari 2023,” kata Kompol. Gatot Eddy Pramono di pos pemeriksaan KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, dijemput Sabtu (31/12).

Hingga Jumat (30/12), kata Wakapolri, kepadatan lalu lintas kendaraan masih normal di bawah 3.000 kendaraan per jam. Kendaraan kembali dan masuk melalui beberapa gerbang tol di Jakarta.

Pantauan ANTARA di Gerbang Tol Cikampek Utama, Jumat malam, kepadatan kendaraan mulai terlihat memasuki Jakarta dari arah Transjawa.

Sementara itu, Direktur Registrasi dan Identifikasi (Direjen) Korlantas Polri Brigjen Pol. Yusri Yunus menjelaskan, Korlantas Polri telah menyiapkan rencana aksi rekayasa lalu lintas jika terjadi arus kendaraan besar pada libur Natal dan Tahun Baru.

Dalam kondisi normal, kata dia, rata-rata volume kendaraan di bawah 3.000 per jam. Namun, jika kepadatan mencapai 5.500 kendaraan per jam, dibuat rekayasa lalu lintas counter flow system untuk satu jalur.

Puncaknya, lanjutnya, jika jumlah kendaraan melebihi 8.500 kendaraan per jam, akan digunakan sistem satu arah.

Pemantauan jumlah kendaraan dalam perjalanan pulang dan arus balik libur Natal dan Tahun Baru merupakan bagian dari Operasi Lilin 2022. Operasi Lilin 2022 melibatkan 166.791 anggota koalisi yang tersebar di 188 posko, 776 posko pelayanan, dan 70 posko terpadu.