liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Pertemuan Menlu ASEAN Sukses, Bahas Laut Cina Selatan hingga Myanmar

Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Jakarta menghasilkan beberapa kesepakatan penting. Dari menyelesaikan kode etik Laut China Selatan hingga mengimplementasikan ASEAN Review on the Indo-Pacific (AOIP).

Menlu RI Retno Marsudi memimpin ASEAN Foreign Ministers Retreat (AMMR) yang dihadiri oleh seluruh Menlu di Asia Tenggara, kecuali Myanmar pada Sabtu (4/2). Menlu Retno mengatakan agenda pertama yaitu 5 Point Consensus (5PC) mendapat dukungan penuh dari semua negara.

“Rencana ini sangat penting bagi ASEAN, khususnya Ketua [Indonesia]sebagai pedoman menghadapi situasi di Myanmar,” kata Retno dalam keterangan resmi, Sabtu (4/2).

5PC berisi lima kesepakatan terkait situasi di Myanmar. Dimulai dari upaya menghentikan kekerasan, berdialog dengan semua pihak, menunjuk utusan khusus, menerima bantuan kemanusiaan dari ASEAN, dan mengunjungi utusan khusus ke Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak.

Sementara terkait situasi di Laut China Selatan, negara-negara Asean berkomitmen untuk menyelesaikan code of conduct (COC) secepatnya. Retno mengatakan Indonesia siap menjadi tuan rumah perundingan COC putaran tahun ini. Pertemuan lanjutan akan diadakan pada Maret 2023.

Pertemuan AMMR juga membahas isu saling pengertian untuk menciptakan kemitraan eksternal yang lebih efektif dan produktif. Termasuk di dalamnya upaya mempromosikan kemitraan ASEAN dengan Uni Eropa dan Dewan Kerjasama Teluk (GCC), serta penguatan KTT Asia Timur (EAS).

“Pertemuan ASEAN dalam dua hari terakhir ini konstruktif, substantif dan yang lebih penting lagi produktif,” kata Retno.

Berikut beberapa hasil rapat AMMR:

Pertama, di bawah pilar ASEAN Matters.

Para Menteri Luar Negeri ASEAN sepakat untuk:

Memperkuat kapasitas dan efektivitas lembaga-lembaga ASEAN, termasuk dalam proses pengambilan keputusan. Memperkuat kesiapan ASEAN untuk menghadapi tantangan saat ini dan mendatang menuju tahun 2045. Terkait isu Myanmar, Menlu ASEAN menegaskan kembali pendekatan yang bersatu dalam implementasi 5PC.

Kedua, di bawah pilar Epicentrum of Growth:

Para Menteri Luar Negeri ASEAN sepakat untuk:

Bekerja menuju hasil yang akan mencapai kawasan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan Perluas Dana Tanggap COVID-19 menjadi Dana Tanggap ASEAN, dan kembangkan Kerangka Ekonomi Biru ASEAN.

Ketiga, implementasi pilar ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP).

Para Menteri Luar Negeri ASEAN sepakat untuk:

Identifikasi proyek konkrit untuk implementasi AOIP yang akan melibatkan semua mitra Memperkuat hubungan ASEAN-Pasifik, dan mengembangkan Survei Maritim ASEAN.