liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Mengenal Negara Pertama dan Terakhir yang Merayakan Tahun Baru

Tahun 2022 akan segera berakhir seiring semakin dekatnya hari dengan Tahun Baru 2023. Oleh karena itu, ada negara-negara pertama dan terakhir yang merayakan tahun baru yang menarik untuk dibahas.

Setiap hari di bumi adalah sekitar 24 jam. Namun akibat rotasi, setiap bagian bumi juga mengalami perbedaan waktu.

Terdapat perbedaan waktu antar negara di dunia yang menyebabkan negara pertama dan terakhir merayakan tahun baru. Fenomena tersebut merupakan sesuatu yang wajar dan sebenarnya menjadi momentum unik untuk merayakan Tahun Baru 2023. Berikut daftar lengkap negara pertama dan terakhir yang merayakan Tahun Baru 2023.

Negara Pertama dan Terakhir yang Merayakan Tahun Baru (Google Maps)

Kiribati Menjadi Negara Pertama yang Merayakan Tahun Baru

Dilansir dari National Geographic, negara pertama yang merayakan tahun baru adalah Kiribati. Kiribati terletak di Kepulauan Samudra Pasifik. Kiribati terdiri dari 33 (tiga puluh tiga) pulau. Salah satunya adalah Kiritimati yang letaknya hampir persis di sebelah selatan Hawaii.

Kiribati akan menikmati dan menyambut Tahun Baru 2023 saat Waktu Indonesia Barat menunjukkan pukul 17.00. Artinya Kiribati terletak tepat 7 (tujuh) jam dari Indonesia.

1. Profil Negara Kiribati

Melansir dari britannica.com, Kiribati merupakan negara dengan ibu kota dan pusat pemerintahan di Ambo, Bairiki, dan Betio. Kata ‘Kiribati’ adalah terjemahan lokal dari bahasa Gilbert yang dilafalkan ‘Ki-ri-bas’.

2. Warga Kiribati

Negara ini dihuni oleh orang Mikronesia dan sebagian besar berbicara bahasa Gilbert atau I-Kiribati. Di daerah Tarawa, masyarakatnya juga berbahasa Inggris.

Mayoritas penduduk Kiribati beragama Katolik Roma dan sisanya Protestan Kiribati. Kelompok minoritasnya adalah Mormon dan Baha’i.

3. Sistem Pemerintahan Kiribati

Kiribati memiliki presiden yang dipilih oleh rakyat dari 3 (tiga) sampai (4) calon yang dipilih oleh dan dari anggota legislatif nasional yaitu Dewan Majelis Unicameral atau Maneaba ni Maungatabu.

Presiden di negara ini dapat menjabat hingga 3 (tiga) kali masa jabatan, masing-masing 4 (empat) tahun. Presiden memilih paling banyak 10 (sepuluh) orang menteri kabinet dari badan legislatif.

4. Potret Pendidikan di Kiribati

Mengenai pendidikan, pendidikan dasar adalah wajib di negara ini. Siswa terpilih bersekolah di sekolah menengah yang dikelola oleh gereja atau pemerintah daerah. Kiribati juga menyelenggarakan pelatihan dan pengajaran teknisnya sendiri.

5. Budaya

Orang-orang Kiribati telah memutuskan untuk tetap konservatif dan menolak perubahan. Nilai adat dan ikatan leluhur masih kuat. Kegiatan yang menampilkan prestasi dan kekayaan individu tidak dianjurkan. Musik dan tarian tradisional dianggap sebagai seni. Bola voli dan sepak bola adalah permainan populer di negara ini.

6. Pariwisata

Negara yang terkenal dengan keindahan lautnya ini juga merupakan cagar laut terbesar di Pasifik Selatan. Luasnya sekitar 811 kilometer persegi dan sebagian besar berupa atol rendah atau terumbu karang berbentuk cincin.

Jika Anda tertarik untuk bergabung dengan rombongan yang merayakan tahun baru lebih awal, maka jawabannya adalah mengunjungi Kiribati. Tak hanya untuk merayakan tahun baru, tapi juga untuk menikmati keindahan laut yang mempesona.

Negara Pertama dan Terakhir yang Merayakan Tahun Baru (Google Maps)

Pulau Howland dan Pulau Baker Menjadi Negara Terakhir yang Berdering di Tahun Baru

Pembahasan mengenai negara pertama dan terakhir yang merayakan tahun baru tentu menarik untuk dibahas jelang Tahun Baru 2023. Setelah memahami negara pertama yang merayakan tahun baru, kini ada negara terakhir yang merayakan tahun baru.

Negara ini adalah Amerika Serikat di belahan bumi lain dari Kiribati tepatnya di pulau Niue dan Samoa di wilayah Pulau Howland dan Pulau Baker.

Saat Waktu Indonesia Barat menunjukkan pukul 19.00 pada 1 Januari 2023, wilayah tersebut baru saja menyambut tahun baru. Artinya, baik wilayah maupun Indonesia memiliki jeda waktu hingga 19 jam.

Untuk lebih mengenal kedua wilayah ini, berikut adalah profil dan semua tentangnya, dilansir dari britannica.com.

1. Pulau Howland

Howland Island adalah sebuah pulau yang sebelumnya bernama Worth Island. Pulau Howland terletak di Samudra Pasifik Barat Daya. Pulau ini pertama kali terlihat pada tahun 1822 oleh George Worth yang merupakan kapten kapal penangkap ikan paus Nantucket. Akhirnya ia menamai pulau ini Pulau Layak.

Kemudian pada tahun 1842, pemburu paus Amerika lainnya mengunjungi pulau itu dan namanya diubah menjadi Pulau Howland. Amerika mengklaim Pulau Howland pada tahun 1857 bersama dengan Pulau Baker.

Pada tahun 1936, Pulau Howland berfungsi sebagai persinggahan pesawat terbang antara Hawaii dan Australia. Seorang penerbang terkenal bernama Amelia Earhart dan navigatornya Frederick J Noonan menghilang pada tahun 1937 di dekat Pulau Howland setelah singgah di Lae, Papua Nugini.

Saat ini, Pulau Howland tidak berpenghuni. Pulau Howland ditetapkan sebagai bagian dari Monumen Nasional Laut Kepulauan Terpencil Pasifik pada tahun 2009.

2. Pulau Baker

Pulau Baker adalah sebuah pulau yang sebelumnya dikenal sebagai Pulau Nantucket Baru atau Pulau Phoebe. Wilayahnya tidak tergabung dalam Amerika Serikat dan terletak di Samudra Pasifik Selatan di barat daya Honolulu.

Pulau terumbu karang ini dikelilingi oleh berbagai jenis burung laut dan burung pantai serta penyu yang terancam punah. Hewan ini adalah Suaka Margasatwa Nasional AS.

Pada tahun 1825, Kapten Obed Starbuck dari kapal pemburu paus Amerika, Loper, melihat pulau itu. Pada tahun 1832, pulau itu juga dikenal oleh pelaut Amerika lainnya, Kapten Michael Baker.

Amerika mengklaim Pulau Baker dengan Pulau Howland pada tahun 1857. Pada tahun 1936, Pulau Baker dibawa ke bawah administrasi Departemen Dalam Negeri AS.

Saat ini, Pulau Baker tidak berpenghuni kecuali untuk kunjungan para ilmuwan dan US Fish and Wildlife Service sejak 1974. Pada tahun 2009, Pulau Baker ditetapkan sebagai Monumen Nasional Laut Kepulauan Terluar Pasifik.

Itulah penjelasan negara pertama dan terakhir yang merayakan tahun baru. Selanjutnya terlihat bahwa negara pertama yang merayakan tahun baru adalah Kiribati, sedangkan negara terakhir yang merayakan tahun baru adalah pulau milik Amerika Serikat yaitu Pulau Howland dan Pulau Baker.