liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Kejagung Tahan Empat Tersangka Proyek Satelit Slot Orbit Kemenhan

Kejaksaan Agung telah menangkap empat tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan slot orbit satelit 123° Bujur Timur (BT) untuk kontrak sewa satelit Artemis Avanti pada 2015 di Kementerian Pertahanan. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, penangkapan dilakukan setelah penyidik ​​memeriksa keempat tersangka.

Menurut Ketut, keempat tersangka tersebut adalah Komisaris Utama PT DNK berinisial AW, Dirut PT DNK berinisial SCW, mantan Dirjen TNI Kemhan periode Desember 2013-Agustus 2016. Laksamana Muda (Purn) AP. Tersangka terakhir adalah WNA spesialis PT DNK berinisial TFH.

“Penangkapan empat tersangka dilakukan di Rutan Salemba Kejaksaan Negeri,” kata Ketut, Jumat (13/1).

Ketut menjelaskan, penangkapan tersangka oleh Penyidik ​​Konektivitas dilakukan dalam rangka melimpahkan perkara ke tingkat penuntutan sesuai Pasal 21 Ayat (1) dan Ayat (4) KUHP tentang objektif dan subjektif. syarat bagi terdakwa. penangkapan tersangka. Menurut Ketut, saat dilakukan pemeriksaan dan penangkapan, keempat tersangka dalam keadaan sehat dan didampingi pengacara.

“Tindakan (korupsi) ini merugikan negara, dilakukan secara melawan hukum dan melanggar peraturan perundang-undangan,” kata Ketut.

Lebih lanjut, dia mengatakan, tindakan tersangka dalam kasus ini di Kementerian Pertahanan bersamaan dengan diperolehnya slot orbit satelit 123° Bujur Timur (BT) untuk kontrak sewa satelit Artemis dari Avanti. Alasan yang digunakan adalah dalam keadaan darurat untuk menyimpan Alokasi Spektrum pada slot orbit 123° Bujur Timur (BT).

Nyatanya, satelit Artemis yang disewa tidak berfungsi. Spesifikasi satelit Artemis tidak sama dengan satelit sebelumnya yaitu Garuda-1 sehingga tidak dapat digunakan dan tidak dapat digunakan.