liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Jaksa Simpulkan Putri Candrawathi dan Brigadir J Selingkuh di Magelang

Jaksa Penuntut Umum mengungkap peristiwa yang terjadi di Magelang, Jawa Tengah pada 7 Juli 2022 yang dianggap sebagai pemicu rencana pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. JPU menyatakan berdasarkan fakta persidangan, pihak yang terjadi pada hari itu adalah perselingkuhan antara Putri Candrawati dan Brigadir J dan bukan peristiwa pengganggu.

“Fakta hukum yang benar bahwa pada Kamis 7 Juli 2022, sekitar tengah hari di rumah Ferdy Sambo di Magelang, telah terjadi perselingkuhan antara korban Yoshua Nofriansyah Hutabarat dengan saksi Putri Candrawati,” ujar JPU saat membacakan tuntutan di persidangan. terhadap terdakwa Kuat Ma’ruf, Senin (16/1).

Jaksa Penuntut Umum menjelaskan kesimpulan tersebut diperoleh dari keterangan terdakwa, Strong Ma’ruf, dan keterangan saksi ahli poligraf, Aji Febriyanto pada tanggal 9 September 2022 kepada terdakwa Ricky Rizal.

Kesimpulan jaksa berbeda dengan pengakuan Ferdy Sambo. Sebelumnya, kata Ferdy, tewasnya Briptu J disebabkan laporan istrinya Putri Candrawati yang menyebut Briptu J telah melakukan penganiayaan. Tindakan tersebut membuat Ferdy Sambo sangat marah hingga merencanakan pembunuhan tersebut.

“Betul saksi Putri Candrawathi memanggil Richard Eliezer yang berada di dekat Masjid Alun-alun Magelang, sehingga saksi Richard Eliezer dan saksi Ricky Rizal kembali ke rumah Magelang, mengetahui telah terjadi keributan antara korban Yosua dengan terdakwa. Ma’ruf yang kuat,” kata jaksa.

Setelah mengetahui perselingkuhannya dan mengejar Brigadir J, Strong kemudian berbicara dengan Putri. Menurut keterangan jaksa saat berbincang, Teguh meminta Putri jujur ​​kepada Ferdy Sambo agar tak ada duri dalam daging rumah tangga mereka. Kesimpulan itu diperoleh JPU dari keterangan Ferdy Sambo, Kuat Ma’ruf dan Putri Candrawathi.

“Benar terdakwa Kuat Ma’ruf meminta Putri Candrawathi untuk melaporkan perbuatan Nofriansyah Yosua Hutabarat kepada saksi Ferdy Sambo, terdakwa Kuat Ma’ruf mengatakan tidak ada dalam rumah tangga saksi Ferdy Sambo dan saksi Putri Candrawathi tempat masuknya duri tersebut. Yang ditanya adalah korban Nofriansyah Yosua Hutabarat,” kata jaksa di persidangan.

Dalam sidang hari ini, JPU menuntut Ma’ruf Kuat divonis 8 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum menyatakan bahwa terdakwa Strong Ma’ruf telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) 1 KUHP. Hukuman dikurangi pada saat penangkapan dan penahanan yang telah dilakukan selama persidangan.

Ma’ruf Kuat merupakan salah satu dari lima terdakwa dalam kasus rencana pembunuhan Briptu Nofriansyah Yosua Hutabarat. Empat terdakwa lainnya adalah Ricky Rizal, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Richard Eliezer. Kelima terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.