liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Hungaria Enggan Ikut Putusan ICC Tangkap Vladimir Putin

Surat perintah penangkapan Presiden Rusia Vladimir Putin dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) tidak disambut baik oleh semua negara. Hongaria mengatakan tidak akan menangkap Putin jika dia memasuki negara itu.

Hongaria berpendapat bahwa sistem hukum negaranya tidak menggunakan Statuta Roma sebagai bapak pendiri ICC. Oleh karena itu, Budapest tidak akan menangkap Putin jika dia masuk ke negara tersebut.

“Hukum ICC belum digunakan di Hongaria,” kata Kepala Staf Perdana Menteri Hongaria, Gergely Gulyas pada Kamis (24/3) seperti dikutip Al-Jazeera.

ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan atas dugaan deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia oleh Putin. Jika keputusan ini digunakan di 123 negara, negara-negara tersebut dapat menangkap Putin dan mengirimnya ke Den Haag, Belanda untuk diadili.

Namun, Hongaria belum mengambil sikap atas surat tersebut. Gulyas juga mengatakan bahwa keputusan ini bukanlah yang paling menguntungkan.

“Karena itu membawa kemajuan yang lebih besar dan bukan perdamaian. Tapi ini pendapat pribadi saya,” katanya.

PM Hungaria Viktor Orban memang sekutu lama Putin, namun ia malah terpaksa mengkritik Rusia karena negaranya adalah bagian dari Uni Eropa. Hongaria sejauh ini belum mengirim senjata ke Ukraina dan mempertahankan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Moskow.

Dmitry Medvedev, kepala Dewan Keamanan Federasi Rusia, mengatakan setiap upaya untuk menangkap Putin akan dianggap sebagai deklarasi perang.
Medvedev yang menjabat presiden pada 2008-2012 mengatakan, ICC yang tidak diakui oleh negara-negara termasuk Rusia, China, dan Amerika Serikat (AS) adalah entitas ilegal.

“Bayangkan, jelas ini situasi yang tidak akan pernah terjadi, tapi coba bayangkan jika itu terjadi, kepala negara nuklir pergi ke wilayah itu, kata Jerman, dan ditangkap,” katanya seperti dikutip Reuters, Kamis (23/10). ). /3).