liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Harga Pertamax dan Dex Turun, Bos Pertamina: Sudah Harga Keekonomian

Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM tanpa subsidi hari ini, Selasa (3/1). Harga Pertamax Series dan Dex Series turun Rp 1.150-2.150 per liter, dengan Dexlite yang paling banyak turun.

Langkah Pertamina menurunkan harga BBM tanpa subsidi bermula dari turunnya harga minyak mentah dunia. Sepanjang Desember 2022, harga minyak Brent turun menjadi US$ 76,10 per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) mencapai US$ 71,02 per barel. Untuk hari ini, harga Brent US$ 85,70 per barel dan WTI US$ 80,10.

Harga minyak mentah Brent yang berada di kisaran US$ 85 per barel kini jauh lebih rendah dari harga minyak pada awal pembentukan harga Pertamax Rp 13.900 per liter untuk wilayah Jawa-Bali pada Oktober 2022. saat itu harga minyak Brent berada di US$ 91,59 per barel.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, harga Pertamax mulai pukul 14.00 WIB sudah sesuai dengan harga keekonomian atau harga wajar, yakni sama-sama Rp 12.800 per liter untuk wilayah Jawa-Bali.

“Rp 12.800 merupakan harga keekonomian Pertamax. Harga Pertamax dan produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex akan diturunkan dengan memperhitungkan formula yang ditetapkan Kementerian ESDM,” kata Nicke dalam jumpa pers di SPBU MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (3/1).

Kendati demikian, Pertamina tetap tidak akan menurunkan harga BBM bersubsidi untuk jenis Pertalite dan Biosolar yang masing-masing ditahan Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.

Nicke beralasan, subsidi yang diberikan pemerintah untuk kedua jenis BBM tersebut masih cukup besar sehingga penurunan harga akan membuat subsidi semakin besar. Sementara pesaing Pertamina menjual bensin setara Pertalite dengan RON 90, masih di kisaran Rp 12.000-13.000.

“Harga Solar dan Pertalite sudah fix. Soalnya banyak subsidi pemerintah. Solar Rp 6.800 padahal harga kompetitor ini dua kali lipat. Kita jual separuh harga pasar, jadi subsidinya masih besar,” ujar Nicke.

Dia juga menjelaskan, ketika terjadi lonjakan harga minyak pada awal Maret 2022, Pertamina akan mengucurkan dana hingga Rp10 triliun untuk memastikan harga Pertalite tidak naik. Baru pada awal September 2022 Pertamina menaikkan harga Pertalite dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter.

“Pertamax ini kita turunkan, (harganya) sangat kompetitif dan sangat berarti. Pangsa pasarnya 4,78%. Saat harga minyak dunia naik, kita tahan harga Pertalite. Rp 10 triliun itu untuk menjaga harga. dari bangun,” kata Nicke.