liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Biografi John Stuart Mill, Filsuf dan Ekonom Asal Inggris

John Stuart Mill adalah seorang filsuf dan ekonom Inggris. Ia dikenal karena ketertarikannya pada teori logika dan etika. Karyanya yang paling terkenal adalah Prinsip Ekonomi Politik, Otobiografi, Pemeriksaan Filsafat Sir William Hamilton.

Kemudian On Liberty, Logical Systems, Subject Women, dan Utilitarianisme. Semua karyanya masih menjadi bahan bacaan sampai sekarang. Berkaitan dengan hal tersebut, tentu menarik untuk mengetahui sosok John Stuart Mill. Berikut biografi lengkap John Stuart Mill dilansir dari britannica.com.

Kehidupan Awal dan Masa Kecil John Stuart Mill

John Stuart Mill (Britannica.com)

John Stuart Mill lahir pada tanggal 20 Mei 1806 di London, Inggris. Dia adalah anak dari seorang filsuf Inggris bernama John Stuart Mill.

John Stuart Mill dididik dengan ketat dan disiplin. Pada usia 8 tahun, John Stuart Mill membaca sejarah Yunani Aesop, Anabasis Xenophon, dan sejarah Herodotus. Tidak hanya itu, ia juga mulai belajar bahasa Latin, geometri Euclid, Andalgebra dan mengajar anak-anak.

Hobinya adalah membaca sejarah dan karya dari penulis Latin dan Yunani. Kemudian pada usia 10 tahun, John Stuart Mill dapat membaca Plato dan Demosthenes dengan mudah.

Pada usia 12 tahun, John Stuart Mill mempelajari logika Skolastik. Selain itu, ia juga senang membaca risalah logis Aristoteles. Belakangan, ia juga mengenal ekonomi politik dan mempelajari karya-karya Adam Smith dan David Ricardo, seorang ekonom dari Inggris.

Masa kecilnya penuh dengan keheranan dan kritik karena aspek-aspek yang berkaitan dengan kecerdasan ayahnya. John Stuart Mill menghabiskan waktu di ruang kerja ayahnya dan biasa menemaninya berjalan-jalan.

John Stuart Mill akhirnya mendapatkan banyak pendapat spekulatif ayahnya dan cara ayahnya mempertahankan pendapatnya sendiri. Namun, ia tidak pasif, melainkan mengumpulkan dan menimbang berbagai bukti untuk berbagi pendapat dan membela diri.

Minat dan Pendidikan John Stuart Mill

John Stuart Mill (Britannica.com)

Kemudian, dari Mei 1820 hingga Juli 1821, John Stuart Mill tinggal di Prancis bersama keluarga Sir Samuel Bentham yang merupakan saudara laki-laki Jeremy Bentham. Jeremy Bentham adalah seorang filsuf, ekonom, dan ahli hukum utilitarian Inggris.

John Stuart Mill menghabiskan waktu ini dengan penuh semangat membaca dan menulis, mempelajari kimia dan botani, masalah matematika, membuat catatan tentang lanskap, orang, dan adat istiadat negara. Tidak hanya itu, John Stuart Mill juga belajar bahasa Perancis.

Karir dan Karya John Stuart Mill

Kemudian, pada tahun 1821, John Stuart Mill mempelajari psikologi dan hukum Romawi yang dia baca bersama John Austin. Namun pada tahun 1823, ia mulai bekerja sebagai asisten inspektur.

Pada tahun 1836 ketika ayahnya meninggal hingga tahun 1856, John Stuart Mill bertanggung jawab atas hubungan British East India Company dengan bangsa India. Pada tahun 1856, John Stuart Mill diangkat sebagai kepala inspektur kantor tersebut.

Sebelumnya, pada tahun 1822 John Stuart Mill membaca Eksposisi Dumont tentang doktrin Jeremy Bentham dalam Traites de Legislation. Karya itu meninggalkan kesan mendalam baginya. Setelah itu, dari tahun 1822 hingga 1823, John Stuart Mill mendirikan Utilitarian Society bersama teman-temannya.

John Stuart Mill juga sempat menerbitkan The Examiner pada tahun 1830 setelah kunjungannya ke Paris. Dia bertemu dengan kaum liberal yang lebih muda dan dipandang sebagai tanda kembalinya John Stuart Mill ke zaman harapan.

Pada tahun 1832 hingga 1833, dia menyumbangkan banyak esai untuk Tait’s Magazine, The Jurist, dan The Monthly Repository. Belakangan, Sir William Molesworth mendirikan The London Review dan menunjuk John Stuart Mill sebagai editor.

The London Review adalah gabungan dari The London dan Westminster Review. John Stuart Mill menjabat sebagai editor hingga tahun 1840. Kemudian dari tahun 1840, dia menerbitkan artikel di The Edinburgh Review.

Selanjutnya, John Stuart Mill juga menulis karya sistematis tentang logika dan ekonomi politik. Dia semakin tertarik pada kemanusiaan. John Stuart Mill juga dipengaruhi oleh filsuf positivis Perancis Auguste Comte.

Pada tahun 1844, dia menerbitkan Essays on Some Unsettled Questions of Political Economy yang dia tulis beberapa tahun sebelumnya. Esai ini dianggap sebagai solusi untuk masalah teknis mengenai distribusi keuntungan dalam perdagangan internasional, pengaruh konsumsi terhadap produksi, definisi tenaga kerja produktif dan tidak produktif, hubungan antara keuntungan dan upah, dan sebagainya.

Belakangan ia menulis karyanya berjudul Principles of Political Economy yang diterbitkan pada tahun 1848. Setelah itu, John Stuart Mill mempelajari soal-soal sosial yang sama pentingnya dengan soal-soal politik.

Selama tujuh tahun pernikahannya, John Stuart Mill semakin tertarik dengan pekerjaan British East India Company. Pada tahun 1856 ia diangkat menjadi inspektur kepala kantor di India House selama 2 tahun hingga perusahaan tersebut dibubarkan pada tahun 1858.

Akhir Kehidupan John Stuart Mill

Dia memutuskan untuk pensiun dan istrinya meninggal beberapa waktu kemudian di Prancis. Dia juga menghabiskan sisa hidupnya di sebuah vila di Saint-Veran dekat Avignon, Prancis. John Stuart Mill kemudian kembali ke Blackheath sesekali.

Pada tahun 1859, karyanya On Liberty diterbitkan yang didedikasikan untuk istrinya. Kemudian karyanya yang berjudul Pertimbangan Pemerintahan Perwakilan juga muncul pada tahun 1861 yang mensistematisasikan pendapat yang telah disajikan dalam banyak artikel dan esai.

Kemudian pada tahun 1867, John Stuart Mill didirikan bersama Ny. PA Taylor, Emily Davies di National Union of Women’s Suffrage Society, kegiatan publik tentang hak pilih perempuan.

Beberapa tahun kemudian, dia berkontribusi pada Land Tenure Reform Association beberapa bulan sebelum kematiannya. John Stuart Mill akhirnya meninggal pada tahun 1873 dan patung perunggu John Stuart Mill berdiri di tanggul Thames di London. Tidak hanya itu, salinan potret John Stuart Mill karya George Frederick Watts juga digantung di Galeri Nasional di sana.