liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
7 Fakta Harta Rafael Alun versi KPK, Misteri Rubicon dan Saham 6 Usaha

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Dirjen Pajak Rafael Alun Trisambodo, Rabu (1/3). Pemeriksaan dilakukan untuk mengklarifikasi harta senilai Rp 56 miliar yang dilaporkan mantan Kepala Bagian Umum Kanwil DJP II Jaksel dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN.

Kepemilikan properti Rafael Alun yang tidak wajar menjadi sorotan publik, setelah putranya, Mario Dandy Satriyo (MDS) menjadi tersangka dalam kasus penyerangan terhadap David. D menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mayapada di Jakarta Selatan dan koma setelah dianiaya.

Kejadian tersebut membuat masyarakat menyoroti gaya hidup mewah Mario yang kerap memamerkan kemewahan di media sosial. Fokus kemudian beralih ke Rafael Alun yang memiliki kekayaan sekitar Rp 56 miliar berdasarkan LHKPN. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kemudian memecat Rafael Alun Trisambodo dari jabatannya sebagai Kepala Bagian Umum Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan II.

Deputi Pencegahan dan Pemantauan KPK Pahala Nainggolan mengatakan ada beberapa fakta yang terungkap dalam pemeriksaan tersebut. Rafael diinterogasi lebih dari enam jam oleh penyidik ​​KPK. Ia datang pukul 07.45 WIB dan masuk ruang ujian pukul 09.05 WIB.

Usai pemeriksaan, Pahala memberikan keterangan kepada awak media. Dalam keterangannya, ia membeberkan beberapa fakta baru. Selain itu, Pahala juga menjelaskan tentang keadaan ujian. Berdasarkan penjelasan Pahala, diketahui pemeriksaan kemarin bukanlah pemeriksaan pertama yang dilakukan penyidik ​​KPK terhadap Rafael.

Berikut beberapa fakta yang terungkap setelah KPK memeriksa Rafael Alun.

Rafael Menjadi Wajib Lapor Sejak 2011

Pahala mengatakan, Rafael baru harus melapor pada 2011, saat posisinya mengharuskan. Dengan posisi itu, KPK tidak berwenang mengambil data atau informasi LHKPN sebelum tahun 2011.

Adapun laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tentang transaksi keuangan dari tahun 2003 hingga 2012. Sehingga tidak semuanya dapat ditindaklanjuti dengan mudah oleh KPK sesuai kewenangannya.

“Oleh karena itu kami katakan pasti akan membacakan bagian PPATK yang akan kami tindak lanjuti, tetapi karena jangka waktunya jauh, saat ini kami perhitungkan dalam ujian, tetapi kami hanya mengambil pola, bagaimana perilaku orang tersebut. ,” kata Imbalan.

Rafael diperiksa KPK pada 2018

Pahala Nainggolan mengatakan, pada 2018 lalu, Rafael diperiksa untuk periode 2015-2018. Laporan hasil pemeriksaan tersebut dikeluarkan pada 23 Januari 2019.

Menurut Pahala, KPK saat itu memiliki keterbatasan dalam mendekati asal-usul aset Rafael. Karena keterbatasan kewenangan tersebut, KPK kemudian berkoordinasi dengan Inspektorat Utama Kementerian Keuangan.

Meski begitu, kata Pahala, KPK merasa hasil pemeriksaan saat itu tidak sesuai dengan angka kekayaan dan transaksi bank yang sangat aktif. Akibatnya, KPK tidak memiliki informasi yang cukup untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Usai pemeriksaan, KPK hanya bisa berkoordinasi dengan Irjen Pol di Kementerian Keuangan.

“Hampir tidak ada tindak lanjut yang signifikan setelah itu,” kata Pahala.

Jip Rubicon Saudara

Pahala mengatakan, berdasarkan penjelasan langsung dari Rafael Alun, diperoleh informasi bahwa kepemilikan Jeep Wrangler Rubicon yang digunakan anaknya Mario Dandy Satrio adalah atas nama saudaranya. Selain Rubicon, Harley Davidson yang dipajang Mario di media sosial juga didaftarkan atas nama saudara laki-laki Rafael.

Pahala mengatakan, KPK melakukan pemeriksaan lapangan pekan lalu. Tim pun mendatangi alamat yang sesuai dengan dokumen kendaraan dan menemukan alamat tersebut di gang sekitar kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

“Hanya mengklarifikasi kepada yang bersangkutan, bukan atas nama yang bersangkutan, tetapi atas nama saudara yang bersangkutan, maka dari yang di gang yang dibelinya itu dijual kembali kepadanya. Saudaraku,” kata Pahala, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (1/3).

Pahala mengatakan, terkait Rubicon, KPK meminta Rafael menunjukkan dokumen lengkap. KPK memberi waktu kepada Rafael untuk mengumpulkan berkas untuk dibawa ke ujian berikutnya.

Misteri Harley Davidson

Berbeda dengan pengungkapan kepemilikan Jeep Rubicon, Pahala mengatakan soal kepemilikan Harley Davidson, KPK kesulitan menggali informasi. Pasalnya, kendaraan Harley tersebut tidak memiliki pelat nomor.

Dikatakannya, dalam proses pencarian diawali dengan pengecekan data identitas yang tertera pada dokumen kendaraan. Kemudian bekerja sama dengan dealer terkait dan Samsat, untuk kemudian menunjukkan seluk beluk kendaraan tersebut.

“Sekarang kami sedang angkut nama-nama penjualnya ke Irjen Kementerian Keuangan. Ini nama-nama pegawainya,” kata Pahala.

Ia mengatakan, penyidik ​​KPK menduga sepeda motor Harley Davidson yang dipajang Mario adalah untuk pegawai Ditjen Pajak. Karena itu, beberapa nama yang diduga terkait kepemilikan Harley telah diajukan ke Inspektorat Utama Kementerian Keuangan.

“Kami bawa ke Pak Menkeu untuk dicarikan, ada nama pegawainya, bisa bukan pajak, bisa istri anaknya, saya tidak tahu,” kata Pahala.

Rafael Alun Memiliki Saham di 6 Perusahaan

Berdasarkan hasil penjelasan, tim KPK menemukan Rafael Alun memiliki saham di enam perusahaan. Menurut Pahala, kepemilikan saham di 6 perusahaan tersebut masuk dalam kategori surat berharga LHKPN.

“Seingat saya, nilai enam perusahaan ini sekitar Rp 1,5 miliar, baik milik yang bersangkutan, istri, anak dan lain-lain,” kata Pahala.

Menurut Nainggolan, dua dari enam perusahaan itu berupa rumah atas nama istrinya yang berada di Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Lebih lanjut, kata dia, kepemilikan atas nama perumahan tidak tercantum dalam LHKPN karena hanya tercatat saham.

“Jadi kalau ditanya apakah perumahan sebesar ini ada di LHKPN atau tidak? Tidak ada. Hanya saja saham perusahaan atas nama istri, atau saham istri di perusahaan,” ujar Nainggolan.

Selain memiliki saham di dua perusahaan real estate, KPK masih menyelidiki empat perusahaan lainnya. Menurut Nainggolan, satu dari empat perusahaan yang sahamnya dimiliki Rafael adalah dalam bentuk katering.

“[perusahaan] kita cari 4 lagi,” kata Pahala lagi.

KPK Kerahkan Tim ke Minahasa dan Yogyakarta

KPK menurunkan tim untuk memeriksa aset tanah milik Rafael Alun di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dan Yogyakarta. Menurut Pahala, di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, tim tersebut bertugas mensurvei perumahan seluas 6,5 hektare milik istri Rafael.

“Yang bersangkutan melapor dalam LHKPN-nya bahwa dia memiliki saham di enam perusahaan, disebutkan nama perusahaannya, dan dua di antaranya berada di Minahasa Utara, sebuah perumahan,” kata Pahala di gedung KPK, Rabu (1/3). ). .

Lebih lanjut, kata Pahala, nilai saham enam perusahaan Rafael itu mencapai Rp 1,5 miliar. Dalam laporan LHKPN, kepemilikan rumah dicatat sebagai kepemilikan surat berharga karena berbentuk saham.

“Setelah datang dari Minahasa Utara, kita lakukan pemeriksaan lapangan, ke pemda, kita lihat dulu pendaftaran usahanya, bahkan kita ke Badan Pertanahan Nasional untuk melihat dari mana asalnya dan berapa biayanya,” kata Pahala. . .

Usai pemeriksaan di Minahasa Utara, Pahala mengatakan tim juga mengirimkan tim untuk melakukan pemeriksaan di Yogyakarta.Pahala mengatakan pemeriksaan di Yogyakarta lebih rumit ketimbang di Minahasa Utara. Meski begitu, kata dia, proses pemeriksaan tetap berjalan.

“Singkatnya Yogyakarta sedang melakukan proses dan kita lihat ada perusahaan atau tidak, kalau ada, kalau ada kepemilikan properti, kita lihat siapa namanya, kita ke BPN,” kata Pahala lagi.

Dia mengatakan, selama ini dalam laporan LHKPN, tidak semua aset atas nama Rafael sendiri. Ada juga harta atas nama istri dan anak-anaknya.

Rafael Akan Diperiksa Lagi

Palaha menyatakan proses pemeriksaan Rafael akan berjalan lebih dari satu kali. Pemeriksaan lanjutan dilakukan karena masih banyak hal yang harus dijelaskan oleh tim KPK.

“Proses klarifikasi ini tidak hanya satu kali, saya pastikan tidak hanya satu kali, karena pasti akan lebih banyak lagi,” kata Pahala.

Ia mengatakan, proses klarifikasi merupakan tahapan yang harus dilalui oleh seseorang yang berstatus ‘wajib lapor’ jika termasuk dalam kategori diperiksa. Selain itu, ia juga mengatakan KPK akan memanggil pihak lain dan mencari tahu polanya.

“Kita pastikan setelah yang bersangkutan pasti ada orang lain yang kita dengar juga, ada geng, tapi kita harus tahu polanya,” kata Pahala.