liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
10 Poin Nota Pembelaan yang Disampaikan Ferdy Sambo

Terdakwa pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo mengajukan 10 poin tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus pembunuhan mantan anak buahnya saat masih menjabat Kadiv Polri dan Keamanan (Kadiv). Propam) Polri.

Semula, kata Sambo, ia akan menyebut nota pembelaan sebagai ‘pembelaan sia-sia’, karena selama proses pemeriksaan dan persidangan, keluarganya mendapat hinaan, ejekan, dan tekanan dari berbagai pihak. Terakhir, dia memberi judul catatan pembelaannya ‘Titik Harapan di Ruang Sidang yang Ramai’.

“Berbagai tuduhan bahkan hukuman dijatuhkan kepada saya sebelum putusan Majelis Hakim dibuat, sepertinya tidak ada ruang untuk mengajukan pembelaan,” kata Sambo, di Ruang Sidang Utama Selatan. Pengadilan Negeri (PN) Jakarta, Selasa (24/1).

Ia mengaku selama 28 tahun pengalamannya bekerja di institusi kepolisian, ia tidak pernah mengalami tekanan terhadap terdakwa seperti yang ia rasakan.

“Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya dan keluarga bisa terus dan hidup sebagai manusia, juga sebagai warga negara,” kata Sambo.

Adapun beberapa catatan pembelaan yang disampaikan Sambo adalah sebagai berikut:

Sambo mengatakan sejak awal tidak ada niat untuk membunuh Joshua. Dia mengaku penembakan itu terjadi karena emosi sederhana yang bersumber dari cerita istrinya, Putri Candrawathi yang membuatnya marah.Menurut Sambo, selama proses pemeriksaan, dia berusaha menghadirkan semua fakta yang diketahui termasuk saksi-saksi yang membesarkan hati atau lainnya. Terdakwa mengungkapkan skenario bahwa apa yang dia pikir benar-benar terjadi.Sambo mengatakan dia telah mengakui bahwa cerita tidak benar tentang penembakan di rumah Duren Tiga 46. Sambo mengatakan menyesali perbuatannya, dan siap untuk bertanggung jawab. atas perbuatannya dan kata Sambo, dirinya berusaha kooperatif selama proses persidangan dengan memberikan informasi yang diketahuinya. Sambo mengatakan, dirinya telah menerima hukuman dari masyarakat yang begitu berat bagi dirinya dan keluarganya. Tertuduh dalam kasus ini – sebagai orang tuanya. Sambo mengaku tidak pernah melakukan tindak pidana di masyarakat, melanggar etika atau disiplin di Polri. Sambo mengaku selama 28 tahun menjadi polisi, ia telah menerima banyak penghargaan atas kinerjanya.akua mengatakan, ia dan keluarganya kehilangan sumber penghidupan, karena telah diberikan sanksi administratif oleh Polri berupa Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) sebagai anggota Polri yang menyebabkan dirinya kehilangan pekerjaannya, dan tidak lagi mendapatkan hak apapun termasuk pensiun.

“Melalui pembelaan ini, saya mohon Majelis Hakim Yang Mulia memberikan putusan yang adil berdasarkan hukum dan penilaian yang objektif terhadap fakta dan bukti yang telah dihadirkan di persidangan,” kata Sambo.

Selain itu, dalam persidangan juga disampaikan pengakuan penasehat hukum Sambo sebanyak 1178 halaman, namun yang dibaca hanya 10 persen. Sebelumnya, jaksa menuntut agar Sambo divonis penjara seumur hidup dalam kasus ini.

“Penuntut, memohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili perkara atas nama terdakwa Ferdy Sambo untuk memutus, menyatakan bahwa terdakwa Ferdy Sambo terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. bersama-sama,” ujar Jaksa Penuntut Umum, di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/1).